Tampilkan postingan dengan label Biometrika Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biometrika Hutan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

MODEL ANALISIS SISTEM DINAMIKA PERTUMBUHAN DAN PENGATURAN HASIL HUTAN RAWA BEKAS TEBANGAN DI RIAU


 (Analytical System Model of Growth Dynamic and Yield Regulation
for Logged-over Swamp Forest in Riau)
Oleh/By :
Aswandi

Abstract

This study was aimed to build model of stand structure dynamic and yield regulation for logged-over uneven-aged swamp forest in Riau Province. Dynamic model of stand structure was developed based on a series data of permanent sampling plot and yield regulation method which was developed based on system analysis model approach. Logged-over natural forest in the concession area of PT. Diamond Raya Timber, Riau Province was selected for analysing the stand structure dynamic which consists of ingrowth, upgrowth and mortality functions. The model was constructed based on species group (Dipterocarpaceae, Non-Dipterocarpaceae and Non-Commercial). The result indicated that silviculture treatments (thinning and liberation) increased stand diameter. Average diameter increment in 3-10 years after timber cutting at permanent plot with silvicultural treatment was 0,43 cm/year and 0,37 cm/year wihout treatments. The result of simulation showed that cutting cycle 35 years decreased the Number of trees for cutting and unsustainable. The increasing of cutting cycle up to 40 years or the decrease diameter cutting limit to 40 cm was an alternative of yield regulation for sustainable yield management.
Keywords : model, stand structure, logged-over forest, analytical system, yield regulation

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membangun model analisis sistem dinamika struktur tegakan dan pengaturan hasil hutan rawa tidak seumur di Riau. Model disusun berdasarkan pada seri data petak ukur permanen di hutan alam bekas tebangan pada areal pengusahaan hutan PT. Diamond Raya Timber, Provinsi Riau. Dinamika struktur tegakan terdiri atas ingrowth, upgrowth, dan mortality. Model yang dibangun didasarkan pada kelompok jenis (Dipterocarpaceae, Non-Dipterocarpaceae dan Non-Komersial). Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan siklus tebang 35 tahun, tegakan pada siklus tebang kedua belum mencapai kondisi semula. Memperpanjang siklus tebang hingga 40 tahun atau menurunkan limit diameter hingga kelas diameter 40 merupakan alternatif untuk menjaga kelestarian hasil. Siklus tebang yang semakin panjang ini juga didukung oleh riap diameter yang lebih kecil dari 1 cm/tahun yang menjadi dasar penetapan siklus tebang 35 tahun.
Kata kunci : model, struktur tegakan, hutan bekas tebangan, analisis sistem, pengaturan hasil



MODEL SIMULASI PENJARANGAN HUTAN TANAMAN EKALIPTUS


(Simulation Model of Thinning for Eucalyptus Plantatian Forest)
Oleh/By :
Aswandi
Abstract
The objective of this study was to developing a simulation model of thinning for eucalyptus plantation forest based on system analysis. The model used for predicting optimal time and intensity of thinning. Simulation to various scenarios of thinning resulted intensity 20% with rotation 5 year and length of plantation rotation 15 year were the optimum prescription of thinning. Yield projection at this prescription were 610,5  m3 per ha or MAI 40,7 m3 per ha per year and average of stand diameter 39,0 cm. This value were accumulation the volume of thinning 80,1 m3/ha and harvesting at the end of rotation 530,4 m3/ha. The model were hyphotetic model and have to conduct validation by developing permanent sampling plots of thinning.
Keywords : model, simulation, system analysis, eucalyptus, North Sumatera

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membangun model hipotetis penjarangan hutan tanaman jenis ekaliptus berdasarkan pendekatan analisis sistem. Pada saat ini di lokasi penelitian kegiatan penjarangan belum dilakukan karena orieantasi pengusahaan masih pada hasil biomassa. Model sistem yang dibangun digunakan untuk mengetahui waktu dan intensitas penjarangan yang optimal. Berdasarkan simulasi terhadap berbagai skenario preskripsi penjarangan, intensitas penjarangan 25% dengan rotasi penjarangan 15 tahun memberikan hasil maksimal sebesar 40,7 m3 per ha per tahun atau 610,5 m3 per ha tegakan dengan rata-rata diameter 39,0 cm. Hasil total tersebut diperoleh dari kegiatan penjarangan sebesar 80,1 m3 per ha dan hasil tebangan akhir daur sebesar 530,4 m3 per ha. Model yang dibangun merupakan model hipotetis sehingga validasi sangat perlu dilakukan dengan membangun petak ukur penjarangan di lapangan.
Kata kunci : model, analisis sistem, simulasi, penjarangan, ekaliptus, Sumatera Utara

MODEL PENDUGAAN BIOMASSA BATANG Eucalyptus grandis PADA HUTAN TANAMAN PT. TOBA PULP LESTARI SEKTOR AEK NAULI SIMALUNGUN SUMATERA UTARA

(Estimation Model of Stem  Biomass Eucalyptus grandis  at Forest Planting PT. Toba Pulp Lestari Sector Aek Nauli Simalungun  North Sumatra)

Oleh/By : Aswandi

Abstract
The objective of the study was to quantify stem biomassa and develop estimation model of above ground biomass for Eucalyptus grandis Hill ex Maiden at Aek Nauli Simalungun North Sumatra. Result of measuring tree dimension of 21 stem samples showed average of diameter,height, and stem volume for 1 – 7 year old plantation were 25,77 cm, 23,67 m and 0,434 m3, respectively and stem fresh weight 437,17 kg. Based on water content 92,48% was calculated average stem biomass at 7 year old plantation 227,10 kg/tree and stand biomassa 230.960,7 kg/ha or 231 ton/ha. Allometrik equation for biomassa estimation was built based on regression analysis and expressed as :
a.       B = 235,5/(1+1734,7e-0,396D)
b.       B = 590,96(1 – e -1,177 V)
c.       B = 0,717 -  12,682 A + 14,084 A2 – 1,084 A3
where B = biomassa (kg), D = diameter (cm), V = volume (m3) and   A = age (year).
Keywords : biomass, allometrik, model, diameter, volume, Eucalyptus grandis.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan menghitung besarnya biomassa batang dan membangun model penduga biomassa di atas tanah jenis Eucalyptus grandis Hill ex Maiden di Aek Nauli Simalungun Sumatera Utara. Hasil pengukuran dimensi pohon dan berat batang terhadap 21 pohon contoh dari kelas umur 1 – 7 tahun menunjukkan bahwa rata-rata diameter, tinggi dan volume batang pohon contoh pada umur 7 tahun adalah 25,77 cm, 23,67 m dan 0,434 m3 berturut-turut dengan berat basah batang 437,17 kg. Dengan rata-rata kadar air batang sebesar 92,48% diperoleh rata-rata biomassa batang pohon pada umur tanaman 7 tahun sebesar 227,10 kg. Besarnya rata-rata biomassa tegakan adalah sebesar 230.960,7 kg/ha atau 231 ton/ha. Rumus alometrik pendugaan biomassa disusun berdasarkan analisis regresi :
a.       B = 235,5/(1+1734,7e-0,396D)
b.       B = 590,96(1 – e -1,177 V)
c.       B = 0,717 -  12,682 A + 14,084 A2 – 1,084 A3
dengan B = biomassa (kg), D = diameter (cm), V = volume (m3) dan   A = umur tanaman (tahun).
Kata kunci : biomassa, allometrik, model, diameter, volume, Eucalyptus grandis.