Senin, 02 April 2012

PENGEMBANGAN DAN KONSERVASI TUSAM (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) STRAIN TAPANULI DAN KERINCI



Oleh :
Rusli MS Harahap dan Aswandi*

ABSTRAK
Pinus merkusii Jungh et de Vriese strain Tapanuli dan Kerinci relatif sedikit menjadi obyek penelitian dan pengembangan sehingga penanaman dan pengusahaannya tidak semaju tusam strain Aceh. Penebangan liar dan kurangnya usaha-usaha pelestarian dan pembangunan hutan tanaman mengakibatkan populasi alami tusam Tapanuli dan Kerinci semakin menipis. Oleh karena itu diperlukan strategi pengembangan yang tepat melalui percepatan pembangunan hutan tanaman dan konservasi genetik secara in situ maupun eks-situ untuk mengurangi laju penipisan kekayaan genetik. Dukungan litbang  terutama teknologi perbenihan tusam sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan perkecambahan benih yang selama ini menjadi pembatas kegiatan pengembangan dan konservasinya melalui pengamatan fenologi dan ekologi, sifat dasar kayu, pengaruh hutan, silvikultur, dan sosek masyarakat. Fenomena pertumbuhan permudaan tusam pada tempat-tempat terbuka pada populasi alaminya dapat dijadikan sebagai strategi konservasi in-situ terutama untuk mendorong pertumbuhan permudaan alam pada populasi alaminya.

Kata kunci : tusam, strain Tapanuli, strain Kerinci, konservasi, benih, litbang.



* Staf Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Sumatera di Pematangsiantar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar